Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 20 Februari 2023

3KS DAN JUAL GAS KIAT SUKSES MENJADI CGP

Program Guru Penggerak merupakan rangkaian Program Merdeka Belajar Episode Lima. Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim pada Peluncuran “Merdeka Belajar Episode 5: Program Guru Penggerak” melalui Aplikasi Zoom dan Channel YouTube Kemendikbud RI, Jumat tanggal 3 Juli 2020. “Program Guru Penggerak ini adalah program terpenting di dalam Kemendikbud. Kenapa? Karena mau sebaik apapun teknologi pendidikan, sebaik apapun kurikulum dan juga infrastruktur pendidikan yang ada, tidak ada yang bisa menggantikan peran guru penggerak untuk mentransformasi budaya sekolah kepada pembelajaran yang fokus pada pembelajaran siswa,” Hal ini semakin diperkuat dengan diterbitkannya Permendikbudristek No. 26 Tahun 2022 Tentang Guru Penggerak.

Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran dalam upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Pendidikan Guru Penggerak bertujuan memajukan pendidikan Indonesia dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, menggerakkan ekosistem pendidikan dan berkolaborasi sesama pendidik serta berbagi praktik baik.

Pendidikan Guru Penggerak memberikan pengalaman dan pemahaman yang sangat baik kepada peserta agar dapat menjadi bagian dari transformasi Pendidikan, mengubah cara pandang dan paradigma mengajar ke arah pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik sehingga menciptakan student wellbeing.

Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan Pendampingan selama 6 bulan bagi Calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.

Saat ini program guru penggerak sudah menuntaskan lima angkatan, angkatan enam dan tujuh sedang proses pendidikan, sedangakan angkatan delapan masih menunggu dimulainya Pendidikan. Sejak Desember 2022 telah dibuka pendaftaran calon guru penggerak Angkatan sembilan dan sepuluh. Sudah banyak rekan-rekan guru yang berhasil lolos menjadi Calon Guru Penggerak, bahkan sudah lulus Pendidikan Guru Penggerak namun masih banyak yang kesulitan atau gagal lolos seleksi.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin berhasil mendaftar sebagai calon guru penggerak. Setidaknya ada empat hal yang perlu kita persiapkan sebelum mengikuti seleksi calon guru penggerak, yaitu : Kenali Diri, Kelola Motivasi, Kumpulkan Sumber Daya, dan Segera Mulai Langkah Nyata. Saya menyebutnya dengan Strategi 3KS.

Kenali diri (know yourself), tidak ada yang lebih mengenal diri kita sebaik kita sendiri. Oleh karena itu pahami karakter diri, gaya hidup, hal-hal yang menarik minat serta harapan-harapan dan cita-cita kita. Hal ini penting sebagai self control dalam melakukan suatu kegiatan.

Kelola Motivasi (motivation manage), A.H. Maslow berpendapat bahwa susunan hierarki kebutuhan itu merupakan organisasi yang mendasari motivasi manusia. Semakin individu itu mampu memuaskan kebutuhan-kebutuhannya yang relatif lebih tinggi, maka individu itu akan semakin mampu mencapai individualitasnya, artinya lebih matang kepribadiannya. Motivasi melakukan tindakan didasari dengan kebutuhan seseorang. Jika seseorang sudah terpenuhi kebutuhan fisiologisnya maka akan cenderung berupaya memenuhi kebutuhan psikologisnya. Kebutuhan psikologis diantaranya yaitu penghargan, pengakuan, pengembangan diri, dan prestasi. Kelola motivasi yang mendasari kita ingin mendaftar menjadi guru penggerak.

Motivasi bisa berasal dari dalam diri kita sendiri dan dari luar diri kita. Motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri disebut dengan motivasi intrinsik sedangkan motivasi yang berasal dari luar diri sendiri dinamakan motivasi ekstrinsik. Murid-murid kita yang selalu menanti pembelajaran kita, rekan sejawat yang sepaham dengan kita, pimpinan yang merekomendasi, lingkungan sekolah atau ekosistem yang mendukung, serta keluarga yang selalu bangga dengan kita merupakan unsur motivasi ekstrinsik. Sedangkan kebutuhan tumbuh dan berkembang sebagai seorang pendidik yang lebih baik, harapan dan cita-cita serta jenjang karier merupakan motivasi intrinsik. Jangan patah arang ketika lingkungan kita kurang mendukung karena motivasi diri lebih besar daya dorongnya dalam melakukan sesuatu. Jadilah diri sendiri, penuhi kebutuhan psikologis kita dengan motivasi diri.

Kumpulkan Sumber Daya (Gather Resources), sebelum memulai sebuah kegiatan tentu kita mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan sebaik-baiknya agar kegiatan berjalan lancar dan tujuan tercapai. Dalam hal ini pun sama, setelah kita menyadari dan memahami potensi diri, motivasi tinggi, hendaknya kita mengidentifikasi sumber daya pendukung dalam menghadapi seleksi guru penggerak ini. Di antaranya adalah kelengkapan dokumen-dokumen kegiatan yang pernah kita lakukan. Dari mulai kegiatan mengajar, karya-karya siswa, sampai kolaborasi dengan guru lain atau keaktifan di organisasi dan komunitas yang diikuti seperi MGMP, KKG, PGRI, IGI, APKS, Jabar Juara dan lain sebagainya.

Segera Mulai Langkah Nyata, disampaikan oleh Kepala Sekolah Penggerak, Dr. Kasiman pada suatu kesempatan bahwa kecenderungan para pendaftar calon guru penggerak membludak di akhir-akhir masa pendaftaran alias deadline sehingga banyak di antaranya gagal karena tidak sempurna memenuhi kriteria. Untuk itu, jika kita sudah niat mendaftar segera penuhi persyaratannya jangan menunda. Kerjakan apa yang bisa kita kerjakan sedikit demi sedikit agar tidak terasa berat dan maksimal hasilnya.

Pada tataran teknis untuk dapat lolos menjadi Calon Guru Penggerak saya menyarankan agar mengisi essai dengan jujur, faktual, dan lugas (Jual Gas).

Jujur, dalam mengisi pertanyaan dengan hal-hal yang pernah dan sudah kita lakukan, bukan dengan hal-hal yang belum dan baru akan kita kerjakan. Hindari mengisi essai dengan fiksi atau hal yang tidak pernah kita lakukan. Perkuat dengan narasi yang menggambarkan keberpihakan kepada peserta didik.

Faktual, maksudnya adalah apapun yang kita sampaikan sedapat mungkin dilengkapi dengan dokumentasi atau bukti-bukti lain yang autentik, asli dan kualitasnya baik. Misalnya foto, muatlah yang resolusinya tinggi sehingga nampak jelas, hindari scan dokumen salinan atau fotokopi, sedapat mungkin scan dokumen yang asli.

Lugas, artinya dalam menarasikan suatu peristiwa gunakan kata-kata yang umum, jelas, hindari mengulang kata yang sama berulang kali, dan langsung pada pokok persoalan yang ditanyakan. Tidak bertele-tele hanya untuk memenuhi tuntutan jumlah karakter. Sehingga asesor atau tim penilai akan dapat menangkap dengan baik apa yang kita sampaikan sehingga pada akhirnya akan meyakini apa yang kita sampaikan sebagai sebuah gambaran diri kita yang sesuai dengan  kriteria yang dibutuhkan.

Demikian sekelumit yang dapat saya bagikan kepada rekan-rekan yang akan mendaftar Calon Guru Penggerak, semoga bermanfaat. Sebagai kata penutup untuk memotivasi rekan-rekan, saya mengingatkan bahwa kompetensi terbentuk melalui berproses, dan proses terjadi karena adanya motivasi dan tindakan nyata. Mulai saja dulu dari diri sendiri, dari hal terkecil sejak saat ini. Selamat mengambil tindakan nyata!

Jajang, S.Pd., M.Pd

Fasilitator PGP Angkatan 5 & Pendamping PGP Angkatan 1

Senin, 20 Desember 2021

KUMPULAN PANTUN

Pantun merupakan salah satu budaya betawi yang tumbuhkembang dengan lestari di daerah Bekasi, Jakarta, dan sekitarnya. Sering kali digunakan dalam acara-acara baik formal maupun non formal seperti acara lamaran, pernikahan, khitan, acara pertemuan, rapar, bahkan sampai acara keagamaan seperti maulid Nabi Muhammad, S.A.W.

Berikut ini beberapa bait pantun yang saya buat dalam beberapa kesempatan :

Sosialisasi Saber Pungli Kota Bekasi (Rabu, 17 November 2021)

Anak kecil bertanya jawab
Bicara dengan paman dan bibi
Salam pertama tak terjawab
Akan saya ulangi sekali lagi

Ke Cikarang pergi boncengan
Cuaca tengah hari panas sekali
Selamat datang para tamu undangan
Pada acara sosialisasi saber pungli

Pematang sawah tersusun rata
kebun kedelai ditumbuhi rumput
Adapun susunan acara kita
Adalah sebagai berikut

Air mata jatuh berderai
Setelah nonton film korea
Sebelum acara kita mulai
Mari sejenak panjatkan doa

Ragi dituang ke beras ketan
Lumuri dengan tepung kanji
Mari kita semua ikrarkan
Katakan tidak pada pungli

Jika sudah punya busur dan panah
Miliki juga pisau belati
Jika ada tutur kita yang salah
Sudi kiranya membuka hati

Maulid Nabi Muhammad S.A.W (Sabtu, 4 Desember 2021)

Ke Cikarang pergi boncengan
Hendak membeli kue serabi
Selamat datang para tamu undangan 
Pada acara maulid nabi

Mas Robby suka sekali makan
Makan serabi bakar satu per satu
Maulid nabi kita selenggarakan
Bersama reuni akbar angkata 81

Ke rumah bibi jalannya terjal
Disana terdapat bunga mahkota
Maulid nabi kali ini spesial
Karena dihadiri bapak walikota

Si mamat sedang berjalan
Bersama kolega bersuka cita
Selamat datang kami ucapkan
Kepada bapak walikota kita tercinta

Pelepasan Mahasiswa Program Kampus Mengajar 2 (Senin, 20 Desember 2021) 


Kamis, 16 September 2021

Indeks Inovasi Daerah 2021

Sistem ini digunakan untuk mengumpulkan seluruh Inovasi Daerah baik itu bidang Digital maupun Non Digital yang kemudian akan dilakukan pengukuran dan penilaian terhadap masing-masing inovasi yang dikirimkan ke Kemendagri.

Rapat Finalisasi Tim Inovasi Daerah mewakili Dinas Pendidikan Kota Bekasi

Presentasi di Bappelitbangda

Semoga Upaya ini membawa manfaat jangka panjang kepada lebih banyak pihak.

Bekasi, 16 September 2021


Jumat, 10 September 2021

COMEN BAGUS

 COMEN BAGUS

(Coaching dan Mentoring Bagi Guru dan Siswa)

Sebuah rencana proyek kepemimpinan yang berawal dari temuan bahwa motivasi belajar siswa selama PJJ drastis menurun. Hal ini terlihat dari rata-rata kehadiran siswa pada proses penmbelajaran sangat rendah, pengumpulan tugas sangat rendah dan banyak yang tidak tepat waktu sehingga berimbas pada pencapaian hasil belajarnya. Untuk itu sebagai solusi saya rencanakan sebuah pelatihan coaching dan mentoring bagi guru-guru mata pelajaran kelompok A dan guru BK untuk kemudia dipraktikan kepada anak-anak yang terdeteksi rendah motivasi belajarnya.
Sebagai gambaran, berikut data motivasi belajar siswa dalam kurun waktu Juli-Agustus 2021.


Proyek Kepemimpinan Comen Bagus dilaksanakan dengan melibatkan lima orang guru penggerak yang sudah teruji mempraktikan coaching kepada rekan-rekan guru dan siswanya.




Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan efektif melalui sedikit paparan, penayangan video, dan langsung simulasi coaching dan mentoring dipandu oleh rekan-rekan guru penggerak.


Minggu, 31 Januari 2021

WEBINAR GURU IPS KREATIF

Webinar MGMP IPS Kota Bekasi 

Dalam rangka menumbuhkembangkan kreativitas dan semangat belajar bersama di kalangan rekan-rekan guru IPS Kota Bekasi, kami pengurus MGMP IPS Kota Bekasi merancang sebuah kegiatan berupa webinar dengan metode sinkronus dan asingkronus. Webinar dirancang dengan pola 32 JP dengan alokasi pemaparan materi 12 JP dan Pengerjaan tugas mandiri 20 JP yang dilaksanakan dalam kurun waktu 4 hari terhitung mulai tanggal 27-30 Januari 2020.

Webinar ini dipublikasikan dengan tema : "Webinar Guru IPS Kreatif". hal ini dimaksudkan agar menjadi tagline bahwa guru IPS harus kreatif, sehingga membawa motivasi positif bagi seluruh peserta.

Adapun materi dan narasumber webinar adalah :

  1. Kebijakan PJJ Disdik Kota Bekasi, yang dibawakan oleh Bapak DR. H. Inayatulah, M.Pd (Kadisdik Kota Bekasi);
  2. Asesmen Nasional, yang dibawakan oleh Bapak Drs. Harri Santosa, M.Pd. (Tim Pemgembang Penunjang Program Penggerak Pengembangan Kompetensi KS GTK, Tim Pengembag Program Kemitraan KS. GTK Kemendikbud) 
  3. RPP TIKOM SABAR, Jarektif 6S, yang dibawakan oleh Bapak H. Eduard Nurpatria Chrisna, M.Pd (Pengawas Pembina Disdik Kota Bekasi , Koordinator Proper Tikom sabar Jarektif 6 S) 
  4. Pembelajaran Berbasis Aktivitas (PBA), yang dibawakan oleh Jajang, S.Pd,.M.Pd (Tim Pengembang PBA P3GTK Kemendikbud, Ketua MGMP IPS Kota Bekasi)
  5. Keorganisasian, yang dibawakan oleh Wijaya, S.Pd.,M.Pd (Ketua FKG IPS Nasional) 
  6. Teknik Penilaian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang dibawakan oleh Budi Hartono, S.Pd.M.M (Narasumber WAG Edukasi, Wakil Ketua MGMP IPS Kota Bekasi) 

Kami bangga karena webinar ini didukung penuh oleh pa Kadisdik Kota Bekasi, DR. H. Inayatulah, M.Pd. Pa Kadisdiklah yang membuka dan menutup kegiatan webinar ini.

Penghargaan teriring terima kasih kami untuk para pihak yang telah membantu, mendukung, menyemangati, bahkan memberi bantuan materil maupun imateril kepada kami, para pihak tersebut diantaranya :

  1. Kepala Dinas Pendidikan Kora Bekasi; 
  2. Para Narasumber;
  3. Ketua Sanggar MGMP IPS Kota Bekasi;
  4. Ketua FKG IPS Nasional
  5. Kepala SMP Negeri 4 Kota Bekasi

Ucapan terima kasih juga untuk para peserta yang hebat, atas semangatnay selama mengikuti webinar. teruslah giat berkolaborasi sehingga menghadirkan kreativitas-kreativitas untuk kemajuan pendidikan.

Beberapa Dokumentasi :






WEBINAR AKM

 Webinar FKG IPS Jawa Barat 

Sebuah kehormatan dapat berbagi dan belajar bersama bapak/ibu guru hebat di Jawa Barat dalam webinar AKM.


Beberapa dokumentasi :



Tanggapan : https://www.fkgipsnaspgri.org/2021/01/anggota-resmi-fkgips-jabar-mendapat.html


Peluncuran Akun belajar.id

Silakan cermati video berikut untuk dapat memahami secara utuh tentang akun belajar.id !

https://youtu.be/2HBI0MoJ4TQ?t=3806

Minggu, 29 November 2020

HARI KORPRI 2020

Peringatan HUT ke-49 Korpri tahun 2020 mengusung tema : “Korpri Berkontribusi Melayani Dan Mempersatukan Bangsa”. Dengan tujuan :

1.  Mengajak anggota Korpri di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kinerja terutama di bidang pelayanan publik serta kepedulian seluruh anggota Korpri di masa pandemi Covid-19.

2.     Meningkatkan netralitas semangat profesionalisme kepada seluruh ASN

3.   Memantapkan fungsi organisasi Korpri sebagai perekat pemersatu bangsa Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani,

4.  Meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan dalam bentuk kegiatan olahraga, bhakti sosial, penghijauan, pembinaan mental atau rohani dan lain-lain.

Korps Pegawai Republik Indonesia, disingkat KORPRI didirikan pada tanggal 29 November 1971 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971, yang merupakan wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia. KORPRI adalah organisasi yang netral, tidak berpihak terhadap partai politik tertentu.

KORPRI sering kali dikaitkan dengan Pegawai Negeri Sipil. Kedudukan dan kegiatan KORPRI tak terlepas dari kedinasan.

Pegawai Negeri Sipil atau PNS memiliki lima butir janji atau komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintah dan masyarakat umum. PNS secara non kedinasan tergabung dalam wadah KORPRI. Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia disebut juga sebagai sumpah/janji pegawai negri sipil yang bertujuan agar dapat menciptakan sosok PNS yang profesional, jujur, bersih dari segala korupsi, kolusi, nepotisme, berjiwa sosial, dan sebagainya.

Panca Prasetya Koprs Pegawai Republik Indonesia:

Kami Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia adalah insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjanji:

  1. Setia dan taat kepada negara kesatuan dan pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;
  2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara,serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara;
  3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan;
  4. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia ;
  5. Menegakkan kejujuran, keadilan, dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme


Arti Lambang KORPRI

Terdapat 10 makna lambang Korpri yang tercantum dalam Keputusan Musyawarah Nasional VIII Korps Pegawai Republik Indonesia Nomor: KEP-09/MUNAS.VIII/XII/2015 tentang Lambang, Panji, dan Mars Korpri. Keputusan tersebut ditandatangani di Jakarta pada 5 Desember 2015.

Makna tersebut yakni :

  1. Pengambilan motif pohon didasarkan atas tradisi Bangsa Indonesia yang menggunakan motif itu sebagai lambang kehidupan masyarakat.
  2. Motif balairung melambangkan tempat dan wahana yang menghimpun seluruh anggota Korpri guna mewujudkan aparatur negara yang netral, jujur dan adil, bersih serta berwibawa untuk mendukung Pemerintahan RI yang stabil dan demokratis dalam mencapai cita-cita dan Tujuan Nasional.
  3. Kelima tiang dari balairung melukiskan Pancasila sebagai dasar dalam kehidupan berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  4. Motif sayap melambangkan kekuatan/kiprah/perjuangan Korpri untuk mewujudkan organisasi yang mandiri, dinamis dan modern serta profesional dalam rangka mendukung terwujudnya cita-cita dan tujuan nasional RI.
  5. Pangkal kedua sayap bersatu di tengah melambangkan sifat persatuan Korpri di dalam satu wadah yang melukiskan jiwa korsa yang bulat sebagai alat yang ampuh, bersatu padu dan setia kepada Pemerintah untuk menyelenggarakan tugas-tugas umum Pemerintahan dan pembangunan serta kemasyarakatan.
  6. Sayap yang mendukung balairung dan pohon menggambarkan hakekat tugas Korpri sebagai pengabdi masyarakat yang mengutamakan kepentingan umum, Bangsa dan Negara.
  7. Pondamen yang melandasi dan mendukung bangunan balairung adalah sebagai lambang loyalitas tunggal Korpri terhadap Pemerintah dan Negara, karena fungsi dari pondamen tiada lain adalah memberi kekokohan dan kemantapan bagi bangunan yang berada di atasnya.
  8. Pohon dengan dahan dan dedaunan yang tersusun rapi teratur melambangkan peran Korpri sebagai pengayom dan pelindung bangsa sesuai dengan fungsi dan peranannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat di dalam Negara Republik Indonesia.
  9. Lantai gedung balairung yang tersusun harmonis pyramidal, melambangkan mental mutu/watak anggota Korbri yang netral, jujur, adil yang tidak luntur sepanjang masa bekerja tanpa pamrih hanya semata untuk kepentingan bangsa dan negara.
  10.  Warna emas dari lambang mempunyai arti keluhuran dan keagungan cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia. Lambang Korpri adalah lambang organisasi Korpri dengan bentuk dasar terdiri dari pohon, bangunan berbentuk balairung serta sayap yang dilengkapi berbagai ornamennya.

 

Daftar Pustaka :

  1. https://www.google.com
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Korps_Pegawai_Republik_Indonesia#
  3. https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/29/091500265/29-november-hari-korpri-berikut-sejarah-tema-dan-makna-lambangnya-?page=all

 

 

 


HARI GURU NASIONAL 2020

Saya mengucapkan :

Minggu, 25 Oktober 2020

LOMBA BLOG #PGRI, #KOGTIK, #EPSON dan #KSGN #http://gurupenggerakindonesia.com

 


 


Akhir tahun 2019 dunia dikejutkan dengan kemunculan sebuah virus yang menginveksi manusia dengan cepat. Sejak kali pertama ditemukan di Wuhan China, pada akhir Desember 2019 virus corona SARS-CoV-2 telah menginfeksi jutaan penduduk bumi. Secara global pada 15 Oktober 2020 pukul 15.53 ada 38.394.169 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, termasuk 1.089.047 kematian dilaporkan ke WHO, (https://covid19.who.int/).

Hampir seluruh sektor kehidupan terguncang karenanya. Ekonomi, sosial budaya, politik, pendidikan, bahkan peradaban. Kantor-kantor pemerintah banyak yang memberlakukan  bekerja dari rumah atau lebih familiar dengan istilah Work From Home (WFH) bagi para pegawainya. Dalam bidang pendidikan peristiwa ini terasa sangat berpengaruh. bagaimana tidak, kegiatan belajar mengajar yang menjadi rutinitas bertemunya pelajar dan pengajar tidak dapat dilaksanakan. Semua sektor pendidikan formal, informal, maupun nonformal menghentikan kegiatan tatap muka langsung. Semua tingkatan pendidikan formal mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi mengalihkan proses belajar mengajarnya dengan cara daring Belajar Dari Rumah (BDR).

Menteri pendidikan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid- 19). Ada lima poin yang menjadi poin surat edaran yang ditujukan kepada gubernur dan bupati/wali kota tersebut, yaitu tentang pembatalan Ujian Nasional (UN) tahun 2020; proses Belajar Dari Rumah (BDR); Ujian Sekolah untuk kelulusan, Kenaikan Kelas, dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Perkembangan selanjutnya, kementrian pendidikan melalui Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Keputusan Nomor 018/H/Kr/2020 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah Atas Untuk Kondisi Khusus. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya penyesuaian agar proses dan progress pembelajaran tetap dapat berlangsung dengan baik.

Sehubungan dengan hal tersebut para guru dihadapkan pada situasi baru, kondisi abnormal namun dituntut tetap melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai pendidik. Perubahanpun terjadi dalam tempo cepat. Para pendidik dituntut tetap bisa membimbing para siswanya dengan berbagai cara dan berbagai media belajar jarak jauh. Bagi sebagian pendidik yang sudah terbiasa menggunakan media pembelajaran daring tentu hal ini tidak begitu menjadi hambatan, namun bagi sebagian lagi dan ini rata-rata kebanyakan para pendidik kita masih belum terampil dalam teknik operasionalnya. Hampir semua mengenal pembelajaran daring seperti Google Classroom, Edmodo, Quiper, Rumah Belajar, Ruang Guru, dan lain-lain. Namun baru pada tataran mengenal, belum terbiasa melaksanakan. Maka saat inilah waktu yang tepat untuk bergerak maju bersama membuat pergerakan secara masif. 

Delapan bulan sudah kita melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), banyak cerita yang sudah kita alami. Berikut beberapa pendapat rekan-rekan guru yang berhasil dihimpun. Pada umumnya rekan guru memandang dari dua sisi peristiwa ini. Bersyukur dengan kondisi saat ini karena implikasi positifnya menjadikan banyak karakter berubah, salah satunya kita harus keluar dari zona nyaman (comfort zone) untuk mengupayakan yang terbaik, walau proses pembelajaran memang dirasakan kurang maksimal terutama pada konteks berinteraksi. Banyak kendala yang melatarbelakangi hal tersebut termasuk faktor ekonomi. Belum semua orang tua siswa mampu memfasilitasi gawai, tablet, atau komputer sebagai sarana belajar daring bagi putra/putrinya, di sisi lain banyak juga yang sudah bisa memberikan gawai namun terkendala quota sehingga pembelajaran daring kurang maksimal. Rekan lain berpendapat kondisi ini membuat guru menjadi kreatif, tambah mengenal berbagai platform pembelajaran online. Namun demikian bagi siswa dirasa kurang maksimal pembelajarannya karena cenderung hanya berjalan satu arah. Ada juga yang berpendapat semua serba kaget dengan terjadinya perubahan dalam waktu singkat. Saya senang katanya, karena menjadi lebih pintar dalam penguasaan berbagai platform pembelajaran tapi kesulitanya guru dan siswa belum satu frekuensi dalam melaksanakan pembelajaran daring. Daya dukung sarpras, pola pikir orang tua, perubahan mindset bahwa belajar bukan hanya tatap muka namun lebih variatif dan dinamis masih belum dipahami bersama secara utuh. Kondisi saat ini merupakan suatu kondisi darurat sehingga sekolah dan seluruh stakeholder harus bijaksana dalam menyikapi dan melaksanakan proses pembelajaran, tidak terlalu idealis harus menyelesaikan target kurikulum, namun hendaknya dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan siswa. Upaya yang dilakukan sejauh ini sudah cukup baik, namun komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa perlu diefektifkan dengan berbagai cara. Ada juga yang berpendapat bahwa Pengamalan sikap dan karakter siswa yang sudah cukup baik menurun karena pembelajaran daring, siswa lebih banyak menggunakan waktu luang untuk bermain, kurangnya pengawasan menjadikan perilaku siswa baik ucapan maupun tindakan cenderung mengalami penurunan kualitas. Kerjasama orang tua dan guru sangat diperlukan dalam hal ini. Pembelajaran sain memerlukan kerja kelompok virtual, hal ini masih terkendala. Semua mengalami perubahan baik proses pembelajaran maupun berbagai sisi kehidupan. Kita harus bisa mengadaptasi keadaan dan lingkungan sekitar. 

Peran Teknologi Terkini dalam Membuat Pembelajaran daring (Online) semakin terasa dibutuhkan. Berbagai platform pembelajaran daring bertebaran bagai jamur tumbuh di musim hujan. Semua berlomba menyuguhkan solusi dalam rangka menjembatani perubahan yang begitu tiba-tiba. Seiring waktu para guru di seluruh tanah air dari berbagain jenjang pendidikan mulai menggeliat bergerak baik secara parsial maupun bersama-sama mengoptimalkan segala bentuk teknologi terkini guna mengoptimalkan proses pembelajran. Namun pada kenyataannya tidak semulus harapan, pembelajaran daring (online) terkendala berbagai hal seperti : kepemilikan gawai, laptop, atau komputer masih belum merata. Tingginya kebutuhan biaya quota cukup meresahkan semua pihak bukan saja orang tua murid, mahasiswa, guru, dan dosenpun memerlukan pengaturan khusus. Akses terhadap internet yang masih terbatas di lingkungan perkotaan sementara di pelosok desa sulit diakses, dan sejumlah permasalahan lainnya. Karenanya pembelajaran daring (online) bukan satu-satunya cara yang efektif dalam pembelajaran. Diperlukan moda lain yang lebih akseptebel, misal pembelajaran luring (offline). Pembelajaran luring dapat dilakukan dengan memperhatikan dan melaksanakan protocol kesehatan yang ketat. Namun demikian dengan begitu panjangnya waktu pembelajaran jarak jauh menimbulkan kebosanan di kalangan murid. Karenanya bukan saja moda pembelajaran saja yang harus kita perhatikan apakah daring, luring, atau kombinasi kedua moda tersebut, namun yang lebih utama adalah para murid harus dapat makna dari pembelajaran tersebut. Pembelajaran akan bermakna jika dilakukan dengan menyenangkan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Peran adalah perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. teknologi  adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia, arti lainnya dari teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis. Arti terkini adalah baru atau actual. Sedangkan menyenangkan diartikan sebagai suasana membangkitkan rasa senang hati; memuaskan; menarik (hati). Dengan demikian dapat kita diinterpretasikan bahwa perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh keseluruhan sarana untuk menyediakan pembelajaran yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan siswa melalui metode ilmiah untuk mencapai tujuan baru dalam pembelajaran daring (online) dan luring (offline) menjadi semakin membangkitkan rasa senang hati dan  menarik bagi para siswa.

Menyadari bahwa dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh masih banyak siswa yang terkendala akses internet secara aktif, paradigma pembelajaran “by conten”, dan pemberian tugas yang dirasa memberatkan sebagian besar para siswa, dipandang perlu membuat terobosan baru, salah satunya berupa pembelajaran daring maupun luring yang berbasis aktivitas.

Dengan pembelajaran berbasis aktivitas dan penilaian dilakukan secara holistik serta melibatkan siswa itu sendiri diharapkan pembelajaran berlangsung lebih bermakna sehingga bukan saja mendongkrak pemahaman secara kognitif namun juga mendorong pembentukan karakter secara “indirect” sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan tentunya memiliki makna bagi siswa.

Pembelajaran Jarak Jauh tidak selalu dan hanya melalui internet, Indonesia sangat beragam kondisinya. Pada umumnya dewasa ini masih banyak guru yang senang mengajar berbasis konten, maka ubah paradigma belajar bukan berbasis materi tapi belajar berbasis aktivitas. Aktivitas menjadi titik awal buat guru dalam membelajarkan siswa karenanya pembelajaran berbasis aktivitas dapat diupayakan sebagai solusi bagi seluruh siswa bukan hanya yang kesulitan akses internet. Bentuknya bisa LMS, Modul, worksheet, Video Pembelajaran, Naskah, e-book, Video Tutorial, Video Praktek pembelajaran tuntunan bagi siswa dan lain-lain. Orientasinya kepada metode, selanjutnya mengarah pada standar penilaian. Pembelajaran Berbasis Aktivitas menyasar siswa yang kesulitan akses internet, disediakan panduan yang menuntun aktivitas belajar yang dapat diakses dalam waktu online singkat atau diberikan oleh gurunya. Karena mengajar bukan hanya menyampaikan konten tapi lebih pada science/pemahaman. Penilaian dilakukan oleh siswa sendiri (penilaian diri sendiri), serta diberikan refleksi/umpan balik dari guru, hal ini secara tidak langsung memupuk karakter kejujuran. Assessment Of/For/As Learning bukan hanya hasil akhir. Dengan berbagai tuntunan siswa bisa belajar secara mandiri dengan science/pemahaman. Missal riset sederhana : meneliti perkembangang ekonomi kreatif di suatu daerah. Hal pertama pasti mencari referensi, turun ke lapangan, mendatangi objek atau subjek, sampai mempresentasikan. Dengan satu aktivitas dapat menjangkau berbagai kompetensi, mulai dari literasi, observasi, kecakapan abad 21 dan HOTS. Tujuannya jelas, terdapat aktivitas disertai dengan material sebagai alat/sarana aktivitas pembelajaran untuk mencapai tujuan tersebut.

Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan, Memanfaatkan lingkungan sekitar rumah sebagai media atau pengganti laboratorium. Berkolaborasi dari rumah, Aktivitas menonton video, menjawab pertanyaan, mengamati gambar. Jika kita menjejalkan materi kemudian dikuatkan belum cukup membuat pembelajaran bermakna, bagaimana melibatkan siswa dalam pembelajaran. Berbagi beran dengan siswa, lebih banyak aktivitas siswa, dan kolaborasi. Bagaimana memantenence motivasi siswa, aktivitas berada pada sebuah kegiatan, untuk menyelesaikan tugas. 

Banyak cara Activity Based Learning (ABL), seperti :  Dramatization, Quizzzis, Group Discussion (ada kesimpulan), Education Games, Brainstorming (tidak memberikan judgment pada setiap ide yang muncul, menggali ide genuine), Problem Solving, Debate, Discovery Learning, Project, Field Work (kerja lapangan), experimentation, dan Concep Mapping. Tidak menceramahi namun kita membangun pemahaman dan kompetensi siswa melauli aktivitas. 

Dengan demikian peran teknologi terkini dalam membuat pembelajaran daring (online) dan luring (offline) menjadi semakin menyenangkan akan terlaksana dan memiliki makna dalam pembelajaran siswa.

 

 

 

 

PROFIL PENULIS



Jajang, S.Pd., M.Pd. lahir di Sumedang 17 Desember 1971, anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan bapak  Iding dan ibu. Djuanah. Memulai Pendidikan pertama tahun 1978-1984 di SDN Cipeundeuy, tahun 1985-1987 melanjutkan ke SMPN Sukamenak, tahun 1988-1990 menempuh pendidikan di SPGN Sumedang, dan menyelesaikan pendidikan sarjana di STKIP Purnama Jakarta lulus tahun 2001, terakhir menempuh pendidikan pasca sarjana di Universitas Pendidikan Jakarta lulus tahun 2012. 

Sejak lulus SPG tahun 1990 menjadi tenaga sukarelawan di SD Cimaningtin yang merupakan sekolah terpencil, kemudian di SD Cipeundeuy dan di SMP Negeri 2 Wado sampai tahun 1995. Tahun 1995 mengajar di SD Bina Siswa Jakarta Timur, selanjutnya tahun 1998 mengajar di SDI Bani Saleh 1 Kota bekasi sampai tahun 2000. Terhitung tanggal 1 Maret 2000 diangkat menjadi guru PNS yang ditempatkan di SD Babakan Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi sampai tahun 2004. Bulan Juli 2004 beralih tugas ke SMP Negeri 16 Kota Bekasi sampai tahun 2013, dan mulai bulan Juli tahun 2013 sampai saat ini bertugas di SMP Negeri 41 Kota Bekasi. 

Penulis memiliki kepribadian dinamis, terbuka terhadap hal-hal baru, dan penyuka tantangan.  Badminton dan bersepeda menjadi olahraga yang dilakukan disela rutinitas. Selain itu penulis memiliki cita-cita menjadi pribadi yang inspiratif dan dapat membawa dampak baik bagi sekitarnya. 


Senin, 19 Oktober 2020

SATU TAHUN MENTERI NADIEM

"MENANTANG" 

Menyikapi dan menyiasati solusi kondisi terkini akibat pandemi sungguh sangat menantang. Tidak ada satu upaya yang paling ampuh dalam menyelesaikan masalah ini namun membangun ekosistem pendidikan itu sebuah alternatif. 

Video ini diambil dari acara Indonesia Town Hall di salah satu stasiun televisi nasional dengan. tema Satu Tahun Menteri Nadiem, mari kita cermati dengan seksama agar tidak gagal paham ! 

sumber : https://www.metrotvnews.com


Supaya pemahaman kita utuh mari kita lanjutkan mencermati video berikut :

sumber : https://www.metrotvnews.com


Video berikutnya adalah tanggapan Prof. Supardi, Ketua PB PGRI  tentang Kurikulum kondisi khusus (darurat) dan Pembelajaran Berbasis Aktivitas :

sumber : https://www.metrotvnews.com


sumber : https://www.metrotvnews.com

Rabu, 14 Oktober 2020

PEMBUKAAN PROGRAM GURU PENGGERAK

Tibalah saatnya gong itu dibunyikan, kata pembukaan mas menteri menandai perjalanan panjang ini resmi dimulai. seiring semangat yang menggelora, semoga tidak semenjana kami siap mengawal mahakarya konseptual ini menjadi sebuah tindakan kontekstual sehingga berimplikasi pada transformasi pendidikan yang kita cita-citakan.


Senin, 12 Oktober 2020

KECAKAPAN HIDUP ABAD-21

Apa sih yang dimaksud Kecakapan Hidup Abad-21 ? video berikut mungkin bisa memberikan sedikit pencerahan buat kita, selamat menonton !
sumber : Instagram kemendikbud.ri

TENTANG AKM DAN SURVEY KARAKTER

Mari kita cermati video tentang AKM dan Survey Karakter berikut semoga memberi pencerahan !
Video bersumber dari Instagram kemendikbud.ri

Kamis, 08 Oktober 2020

Kebijakan Asesmen Nasional

Kebijakan Asesmen Nasional

Berikut penjelasan mas menteri Nadiem Makarim tentang Asesmen Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional 2021.


Peningkatan sistem evaluasi pendidikan adalah bagian dari kebijakan merdeka belajar, dengan tujuan utama mendorong mutu pembelajaran dan hasil belajar para murid. Untuk itu kemendikbud merancang kebijakan Asesmen Nasional yang dirancang tidak hanya sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional tetapi sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.

Perubahan mendasar asesmen nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses dan hasil.
Potret layanan dan kinerja dari tiap sekolah ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi, mempercepat perbaikan mutu pendidikan di Indonesia.
Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu :

  1. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
  1. Survey Karakter
  1. Survey Lingkungan Belajar
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dirancang untuk mengukur capaian murid dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi, sebagai bekal berkontribusi di masyarakat terlepas dari bidang kerja dan karir yang ingin mereka tekuni di masa yang akan datang. kompetensi literasi dan numerasi tidak mengecilkan mata pelajaran justru membantu murid mencerna bidang ilmu lain, terutama untuk mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan angka-angka. jadi kemampuan literasi dan numerasi akan berdampak terhadap penguasaan semua mata pelajaran.

Survey Karakter yang dirancang untuk mengukur capaian murid dari hasil belajar sosial emosional berupa pilar karakter  untuk mencetak profil pelajar pancasila, dengan enam indikator utama yaitu ; beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlaq mulia, kebinekaan global, kemandirian, gotong royong, bernalar kritis, dan kreativitas.

Survey Lingkungan Belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pembelajaran di lingkungan sekolah. 
Asesmen Nasional 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar/Baseline dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah maupun murid. Kemendikbud akan menyediakan laporan hasil asesmen yang menjelaskan profil kekuatan dan area perbaikan di setiap sekolah dan daerah. sehingga harus dipahami bahwa asesmen nasional 2021 tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus maupun tambahan yang justru akan menjadi beban psikologis tersendiri. 

Mari kita sama-sama mendukung asesmen nasional mulai dari 2021 sebagai bagian dari reformasi pendidikan Indonesia.

Senin, 05 Oktober 2020

SELAMAT HARI GURU SEDUNIA

REFLEKSI HARI GURU SEDUNIA

5 Oktober 2020

Kawan,
Sudah berapa lamakah predikat itu kita sandang,
Jika ditanya apa saja suka dukamu, niscaya banyak cerita disana.
Ketika dihitung berapa banyak murid yang sudah pernah kita didik, pastinya tidak sedikit jumlahnya bukan.

Namun, 
Bagaimana jika kita ditanya sudah sejauh mana karyamu memaknai dunia ?  
Sudah berapa kali kita melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam praktik keseharian kita ?
Adakah langkah kita yang menginspirasi murid-murid kita dan lingkungan sekitar kita ?

Mari kita merefleksi diri, awali dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, lanjutkan hal yang terjeda. 
Bergeraklah terus menginspirasi dunia sekitar kita,
Tidaklah perlu kita menunggu perubahan yang datangnya dari "atas", lakukan saja dulu bagian kita, kemudian lihat maknanya untuk dunia !

Selamat Hari Guru Sedunia Kawanku,
Teruslah bergerak menjadi bagian dalam transformasi pendidikan, 
Untuk mewujudkan merdeka belajar !


by : Jajang


Sabtu, 26 September 2020

BRAINSTORMING AND SHARING

Gambaran diri kita tergantung dari cara pandang kita terhadap diri sendiri. sekitar kita memantulkan apa yang kita interpretasikan. 

Optimisme dibentuk dari pikiran-pikiran positif kita, karenanya selalu berpikir positif akan menggugah optimisme. sebaliknya jika kita hanya memikirkan hal-hal negatif tentang diri kita maka sekitar kita akan memantulkan rasa pesimisme terhadap diri kita.

Karenanya positif thinking dan optimisme jauh lebih bermanfaat dibanding mengeluhkan hal-hal negatif di sekitar kita.

Mari bergerak dan tumbuh bersama !

 

  

TRANSFORMASI PENDIDIKAN

Transformasi Pendidikan adalah sebuah keniscayaan.

Transformasi pendidikan harus segera kita laksanakan demi kelangsungan masa depan bangsa dan negara. belajar dari sejarah, bahwa ada tiga elemen dasar yang perlu kita miliki dan lakukan dalam upaya mentransformasi pendidikan agar terjadi gerakan perubahan dan percepatan.

Mari kita cermati video berikut ini, kemudian mari kita refleksikan diri kita.

selamat berselancar !



Rabu, 23 September 2020

Video Project Based Learning dan Video Inquiry Based Learning

 Bapak/Ibu, silakan simak video berikut mengenai penjelasan tentang pembelajaran berbasis proyek.


Bapak/Ibu, silakan simak video berikut mengenai penjelasan tentang pembelajaran berbasis inkuiri.



Profil

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label